Nusa Tenggara-Ku Luar Biasa [bagian 1 - Kota Kupang]


Advertisement
Indonesia's flag
Asia » Indonesia » Timor
August 11th 2011
Published: August 20th 2011
Edit Blog Post

Total Distance: 0 miles / 0 kmMouse: 0,0


BackpackerBackpackerBackpacker

sebelum keberangkatan ke Nusa Tenggara Surabaya-Kupang at Juanda
Nusa tenggara atau Pulau Sunda Kecil ?

Awalnya kebosanan untuk travelling yang begitu-begitu saja, dalam artian travelling yang hanya 3-4 hari dan cuma mengunjungi satu tempat tujuan. Akhirnya saya berpikir untuk mencari tempat yang Indonesia banget selain kota besar yang sudah berubah menjadi TPSR (tempat pembungan sampah raksasa)…

Sebenernya sudah terbayang kalau akan travelling ke Indonesia timur, maksudnya tempat-tempat yang ada di wilayah timur Indonesia. Teringgat janji pada teman saat kuliah kerja nyata (KKN) yang juga kebetulan berasal dari kota di timur Indonesia. Ken Djami mahasiswa hubungan internasional di universitas yang sama dengan saya (Airlangga), seorang putra daerah dari Kupang (ibu kota propinsi nusa tenggara timur, kota di Pulau Timor satu daratan dengan negara Timor Leste), yang bikin saya kagum pada dia adalah bagaimana kebanggaan dia sebagai seorang flobamora-isme (flobamora=julukan untuk propinsi NTT) singkat kata “strong identity”. Waktu itu saya sempat berjanji pada Ken untuk datang dan melihat Nusa Tenggara Timur dan akhirnya waktu itu datang juga.

Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil/ Lesser Sunda Islands (digunakan dalam peta-peta geografis dunia), adalah gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali di sebelah barat, hingga Pulau Timor di sebelah timur. Pulau Wetar yang
KarcisKarcisKarcis

Batavia
merupakan bagian dari wilayah Provinsi Maluku secara geologis juga termasuk dalam kepulauan Nusa Tenggara. Kepulau Nusa Tenggara secara Adminitratif dibagi menjadi tiga wilayah propinsi yaitu Bali (Denpasar), Nusa Tenggara Barat (Mataram) dan Nusa Tenggara Timur (Kupang). Beberapa nama-nama pulau yang ada di wilayah Nusa tenggara (karena memang Nusa Tenggara adalah sebuah kepulauan) diantaranya adalah *Bali (Bali, Nusa Penida, Nusa Lembongan) *Nusa Tenggara Barat (Lombok, Sumbawa, Sangeang, Moyo) *Nusa Tenggara Barat (Komodo, Rinca, Flores, Adonara, Solor, Lembata, Pantar, Alor, Sumba, Timor, Sawu, Rote)

Backpacking di Nusa Tenggara…

Memilih backpacker sebagai cara yang tepat untuk bertravelling ke Nusa Tenggara ada banyak alasan, menurut saya backpacker sebagai pilihan yang paling pas untuk bertravelling karena kita akan menemukan kesederhanaan dan kepuasan yang hampir tak perna kita lakukan dalam keseharian kita, (itu alasan saya: kalau kamu?). Memang ber-backpacker diartikan sebagai travelling yang minim modal tapi banyak kemauan, itu yang bikin asik, dan satu lagi terjemahan saya soal ber-backpacker kita tak harus dan tidak wajib untuk berangkat rame-rame berbackpackeran ria karena itu bakal merepotkan juga. Menurut saya berdua sama travelmate itu cukup kalau pun sendiri kenapa tidak (saya sering melakukan itu) karena keasikannya adalah ketika kita bertemu sesame traveller di jalan itulah nilai mahal yang kita dapatkan (saling bercerita pengalaman sudah menginjakan kemana saja kaki-kaki kita)

Oke, saya akan mulai bercerita tentang jalur yang saya tempuh saat ber-backpacker ke Nusa Tenggara…saya akan membaginya dalam dua proses “pra” dan “pro” maksudnya sebelum jalan (pra) dan saat jalan (pro)

Prajalan: memutuskan untuk travelling ke Indonesia Timur memang tidak mudah karena memang tidak banyak info rencana perjalanan yang bisa jadi panduan kita, tentang rute, transport apa yang kita gunakan sampai tujuan yang harus kita tempuh. Istinya kalau kita ingin backpackeran ke wilayah timur Indonesia sama dengan buka jalan. Saya benar-benar sangat kesulitan untuk mencari itinerarynya minimal ada beberapa traveler yang telah menenpuh jalur ini lah tetapi bener-bener nihil. Total kira-kira lima bulan sebelum saya berangkat ke sana sudah mulai mengumpulkan info-infonya (dimulai Maret 2011).

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari teman jalan, maksudnya karena ini perjalanan jauh dan bakal lama jadi setidaknya saya mendapatkan satu teman jalan (biarpun nihil). Sebelumya saya sudah menentuka rute perjalanan yang kira-kira saya akan lakukan, saya mulai dari kota Surabaya (asli arek suroboyo, omahe yo nang kene, cuks…) dendan tujuan awal kota Kupang alasannya karena penerbangan dari Surabaya ke Kupang relatif banyak dan murah itu bisa dijadikan start untuk berbackpackeran ke Nusa Tenggara dan karena sahabat saya Ken juga tinggal di sana jadi kemungkinan besar dia akan banyak membantu saya…
Mencari teman jalan, menentukan rute, membaca blog-blog, meminta rumah singgah/ couchrequest pada bakal tuan rumah/ host, bertanya pada Ken (posting dan posting)

Yang saya lakukan untuk mencari teman jalan adalah menuliskan rencana perjalana di beberapa forum online komunitas backpacker/ silaturahmi, mulai dari , hingga group IBP (komunitas Backpacker Indonesia) di jejaring sosial facebook. Awalnya saya memposting di backpackerindonesia ()  link postingan saya. Saya berharap ada yang akan bergabung dengan saya ternyata hasilnya nihil walaupun ada beberapa yang akan berminat untuk gabungan bahkan menawarkan tempat mereka untuk saya singgahi saat perjalanan, dan waktu yang tidak cocok. Yang berikatnya saya mencari teman jalan istilah kerennya travelmate, dan mulailah saya posting di couchsurfing ()  link postingan saya. Di forum ini hasilnya malahan nihil satu pun tak ada yang meliri. Dan akhirnya saya berkonsultasi dengan Ken tentang rute perjalanan tersebut dia sangat membantu saya (thanks Brother) hampir siap sedia dia kalau saya binggung membuat itinerary ini. Ken juga mengenalkan saya pada beberapa temannya yang ada di perkumpulan mahasiswa Nusa Tenggara Timur Airlangga dan semunya sangat membantu itinerary biarpun masih samar-samar.

Akhirnya saya mulai intensif untuk mengobrak-abrik itinerarynya kadang juga dengan Ken. Setelah saya rasa itinerary ini cukup dan saya yakin kan sekali lagi untuk ke timur Indonesia akhirnya saya booking tiket Surabaya-Kupang dengan tanggal Minggu, 24 juli 2011 alasanya sebenarnya pas sekali saya memulai tanggal itu karena tanggal 23 juli nya saya baru di wisudah sebagai sarjana humaniora dan tanggal 25 juli nya di kota Kupang menjadi tempat singgah sail Indonesia 2011 (Wakatobi).

Tiket telah saya booking jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan agar bisa mendapatkan harga promo (trik Backpacker). Akhirnya tiket penerbangan Surabaya-Kupang dengan oprator Batavia-air telah saya booking dengan harga 545 IDR (harga promo, booking tanggal 1 juli). Persiapan saya tidak cukup samapai di situ saya masih memastika itinerary agar memperkecil kesalahan terutama keungan dan mulailah saya mencari blog-blog yang menuliskan tentang rute-rute kota yang akan saya tempu. Setelah membaca sana sini akhirnya saya menemukan tulisan Syaifudin Ahmad () (Berpetualangan Ke NTT Bag 1, bag 2, Bag 3/ Eksploring Bajawa, Bag 4/ Sumber Air Panas Soa/ Ending). Tulisan ini sangat memberikan gambaran saya bagaimana dan seperti apa suasana Nusa Tenggara (orangnya juga baik sekali, sempat tukeran nomer dan saya bertanya saat saya ada di perjalanan). Menurut saya hanya tulisan ini yang bisa sedikit membantu saya (thanks Mas).

Saya tidak menyerah begitu saja untuk bisa membuka jalan ini saat saya membuka situs pemerintahan propinsi dan kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur dan Barat dan ada beberapa yang mentautkan YM-online akhirnya saya chit-chat ama si admin saya bilang saja saya petualan yang lagi misi keliling Indonesia, sudahlah akhirnya saya tanya-tanya rute transport dan biaya transport antar kota tersebut hasilnya sangat memuaskan saya mulai bisa menyusun gambaran bugeting saya. Hingga dua minggu sebelum keberangkatan saya tidak menyerah untuk meracuni calon teman jalan saya tapi kali ini dengan itinerary yang lebih matang, walaupun hasinya nihil (beberapa alasan calon teman jalan saya: uang gak cukup, waktu terlalu lama, dan berbarengan dengan bulan ramadhan dan beberapa hal lain). Ohya, saya hampir lupa dalam proses itinerary saya juga mulai menyusun rute berdasarkan dimana bakal tuan rumah saya tinggal (rumah singgah/ couch) dalam waktu hampir dua bulan saya mulai mencari para bakal calon tuan rumah yang akan menampung saya di kota-kota yang akan saya tujuh.

Perjalanan itu dimulai…

(hari kesatu) KOTA KUPANG

Mungkin sangat semangatnya saya untuk memulai perjalana ini malamnya saya hampir sulit tidur (biasa anak kecil kalau mau diajak jalan-jalan malamnya gak bisa tidur). Hari itu saya berangkat diantar oleh keluarga saya lengkap sudah satu mobil berisi bapak, ibu, emas, adik dan saya. Sekitar pukul 12.00 kita bersama menuju bandara Juanda Surabaya dan waktu ditempuh kira-kira 2 jam. Sampailah saya di bandara Juanda, keluarga saya hanya bisa mengantar saya sampai batas pintu pemeriksaan tiket saja (selamat tinggal). Seperti biasa prosesi chek bandara saya jalanin. Nomer penerbangan Y6-701 Batavia-air yang akan membawah saya ke Kupang pukul 16.00, seperti biasa lah penerbangan delayed sampai 17.20, kira-kira lama perjalanan yang akan saya tempu kurang lebih 120 menit. Saat ada di bording room 1 Juanda saya bertemu teman lama di kampus dia akan ke Jakarta untuk balik kerja, beruntunglah saya ada teman buat ngobrol selama tunggu penerbangan karena penerbangan kawan saya juga delayed. Akhirnya saya duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempat saya 12F, sore itu penerbangan penuh sekali. Tak banyak yang bisa saya lakukan di atas pesawat kecuali tidur.
(INFO: untuk menuju kota kupang dari bandara, kita perlu berjalan beberapa meter keluar dari area bandara dan naik angkutan umum/ bemo untuk menuju pusat kota kupang atau ojek yang berada di parkiran bandara. Angkot jauh dekat 2000-3000 pilihlah angkot yang semenarik mungkin karena di kupang angkotnya benar-benar meriah. Kalau naik ojek minta antar sampai menemukan penginapan (kakak ojeknya pasti mau antar kita cari hotel yang murah, bilang saja cari hotel yang murah di wilayah teluk kupang. “orang Kupang baik-baik”) ongkos ojek kira-kira 5000 sampai pusat kota. tarif hotel di Kupang bervariasi dari yang murah sampai yang kelas backpacker ada 50.000-200.000 ada juga hotel berkelas internasional Sasando International hotel tapi bagi backpacker itu hal yang imposibel)

Setelah hampir 120 menit akhirnya pesawat ini mendarat juga di bandara El-Tari kota Kupang, waktu menunjukan pukul 20.30 waktu setempat. Ken telah menunggu di bandara untuk menjemput saya, Ken mengajak saya untuk kerumahnya dulu meletakan tas dan sekedar melepas lelah. Malam itu juga Ken mengajak saya untuk jalan-jalan mengelilingi kota Kupang yang relatif tidak begitu besar. Kita (saya, Ken, dan dua teman Ken) mencari makan malam di kota Kupang, malam itu saya diajak makan nasi goreng (Rp 8000) (yang jualan orang jawa timur loh, :D, tapi mereka menyebutnya berasal dari “jawa timor” (plesetan)). Malam itu ditutup dengan beristirahat….

(hari kedua) TELUK KUPANG-PELABUHAN TENAUN-BOLOK-GOA CRISTAL

Pagi ini kita akan siap-siap untuk berkeliling kota Kota, sebenarnya saya tidak ada bayangan akan pergi kemana dan mau melihat apa di kota Kupang ini. Saya membiarkan host saya untuk menunjukan apa yang menarik di kota ini. Diawali dengan sarapan pagi menu ikan yang di goreng dengan sayur papaya sangat nikmat sekali (ikan di wilayah timor sangatnya banyak dan murah karena populasi ikan sangat banyak disini jadi ikan makannan yang biasa disini :ikan laut). Ohya kebetulan Ken saat ini lagi sendiri di rumah karena orang tua nya sedang dinas di Sumba, dan saudara nya berada di Yogyakarta.

Ken mengajak saya untuk melihat teluk Kupang, teluk Kupang adalah pelabuhan kapal-kapal nelayan yang ramai berada di pusat kota kupang disini juga nanti akan diadakan persinggahan kapal-kapal pesiar yang mengikuti sail Indonesia, mereka memulainya dari Darwin, Australia, post pertama adalah teluk Kupang. Rute berikutnya yang akan ditempuh kapal-kapal itu adalah Labuanbajo pada jalur barat atau mereka langsung menuju Wakatobi jalur timur. Berikutnya kita berjalan ke arah dua pelabuhan terbesar di Kupang, yaitu Pelabuhan Tenaun (untuk pelabuhan kapal Pelni dan Kapal-kapal ekspedisi) dan pelabuhan Bolok (untuk penyebrangan antar pulau di kota Kupang yang dikelolah oleh ASDP, jadi kapal-kapal ferry yang akan menyebrang ke pulau Rote, Semau dan termasuk tujuan ke Alor)

Sepanjang jalan menuju pelabuhan tersebut kita melewati perkampungan nelayan dimana di pinggir-pinggir jalan menjual ikan segar yang baru saja mereka tangkap dari laut harganya pun sangat murah. Memang tanah Timor benar-benar gersang dan meranggas sepanjang perjalanan saya hampit tidak melihat tanaman yang hijau semuanya meranggas dan berwarna kecoklatan hanya rumput-rumput ilalang yang bisa tumbuh di sana (karena memang pada musim kemarau). Kota kupang memang berdiri diatas tanah karang jadi tidak heran kalau jarang ada tumbuhan yang bisa hidup di sana jangan kan tumbuhan orang kupang sendiri jika membangun rumah sulit minta ampun mereka harus memecah tanah karang itu untuk bisa ditanami pondasi. Geografis kota berbukit-bukit jadi tidak herang berkeliling kota Kupang serasa kita berkeliling kota Batu, Malang (bedanya di Kupang panas). Ilalang di sana mememang sengaja di biarkan tumbuh karena beberapa orang akan mengumpulkannya untuk dijadikan atap rumah (rumah adat).

Menuju pelabuhan Bolok dan Tenaun kita melewati pinggiran laut dan ada beberapa garis pantai juga. Air laut di sana benar-benar jernih seperti air Aqua. Saya bayangkan pantai dekat dengan pelabuhan di sini benar-benar indah dan jernih itu luar biasa memang belum banyak polusi air di sana. Saya sempat berhenti di sana dan menikmati pasir putih pantai tersebut, Ken bercerita pada saya kalau dia sering mandi dipantai itu dulu bersama teman-temanya, karena pantainya benar-benar bersih. Luar biasa semuanya tentang tanah Timor ini. Sebelum perjalanan menuju pelabuhan Tenaun kita melewati tempat ekowisata yaitu goa kera, jadi tak heran sepanjang perjalanan kita tadi bertemu kera yang sedang berkeliaran (ohya, jalan di sini anti yang namanya macet). kita tidak sempat untuk mampir ke goa tersebut karena memang panasnya di sana luar biasa juga.

Kita menuju pelabuhan ASDP Bolok untuk bertanya jadwal kapal ferry yang akan menyebrang ke Kalabahi- Pulau Alor. Saya memilih untuk menyebrang ke Kalabahi-Alor karena disana saya sudah memberikan undang pada host di couchsurfing.
(INFO: Penyebrangan ke kota Kalabahi-Alor seminggu 2 kali, hari selasa dan sabtu lama perjalanan kurang lebih 18 jam harga tiket sekali jalan 75.000. Kupang-Rote (40 mil) 34.000, Kupang-Larantuka,Flores (120 mil) 71.100, Kupang-Sabu (115 mil) 76.500, Kupang-Ende,Flores (150 mil) 85.800, Kupang-Aimere (189 mil) 103.800, Kupang-Kalabahi,Alor (137 mil) 78.800, Kupang-waingapu,Sumba (220 mil) 118.300 , Kupang-Loweleba,Lembata (112 mil) 65.700 )

Tujuan kita pertama dan lumayan dekat dengan pelabuhan Bolok adalah Goa Cristal (Goa bawah tanah kota Kupang yang memiliki jalur ke laut). Goa Cristal ini perna menjadi episode di Jejak Petualangan kenapa diberi nama goa cristal karena airnya benar-benar sejerni dan berkilauan seperti cristal, masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama goa air cristal. Kita awalnya sempat kesulitan untuk menemukan letak goa itu setelah putar-putar hampir satu jam di tanah yang luas dan ditumbuhi banyak semak kita tidak menemukannya kita sudah putari area itu hasilnya nihil. Kita coba untuk menghentikan orang dijalan dan bertanya dimana letak goa tersebut, alhasil ternyata kita awalnya memang salah arah, mangkanya tidak ketemu-ketemu. Kita menuruni goa tersebut yang memang sedikit lebih rendah dari permukaan tanah, luar bisa air didalamnya berkilauan sejerni cristal. Saya memutuskan untuk beristirahat sebentar du dalam goa dan memcuci muka disana (sempat meminum airnya karena mitos juga kalau kita meminum air dari suatu wilayah kita akan kembali kesana lagi)

Akhirnya saya kembali kearah kota Kupang untuk beritirahat sebentar membeli minuman yang bisa menyegarkan tenggorokan. Tujuan berikutnya adalah arah timur kota Kupang kita melewati jalur lintas Timor yang menuju ke Atambua dan Negara Timor Leste (karena jalan di sana memang hanya ada satu rute) sepanjang jalan banyak orang yang berjualan garam yang menarik di sana garam di bungkus dengan daun lontar (tanaman lontar di Timor sangan berguna sekali hanpir semua bagian dari pohon lontar dapat dimanfaatkan). Pejalanan kita ternyata akan menuju rumah pengerajin alat music tradisional Nusa Tenggara Timur yaitu sasando (alat instrumen petik music, berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur). Orang yang akan kita temui kali ini adalah master sasando Om Jeremias O Pah. Saya sempat berfoto dengan beliau dan ternyata beliau sudah siap untuk berfoto dengan menggunakan pakaian adat. Disana juga banyak dijual souvenir miniatur sasando, harganya mulai 5000-350.000 (wajiblah hukumnya buat beli kenang-kenangan. Hari ini kita akhiri dengan beritirahat dirumah karena benar-benar melelahkan

(hari ketiga) PELABUHAN BOLOK- LAUT SAWU

Pagi ini seperti biasanya saya dan Ken menyiapkan sarapan pagi. Tapi pagi ini kita tidak berencana kemana-mana karena nanti kapal saya yang akan menyebrang ke Alor jam 11 siang jadi saya bisa packing agar tidak ada barang yang ketinggalan.

Hari ini saya akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Alor. Alor merupakan kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan ibu kota Kalabahi. Awalnya saya juga belum banyak tahu tentang Alor, sejak saya menyusun itinerary ke Nusa Tenggara ini Pulau Alor mendadak menjadi primadona di otak saya. Karena saya membaca refrensi tentang alor yang luar biasa indah dan paling banyak memiliki taman laut terindah.

Siang itu saya diantar Ken menuju pelabuhan ASDP Bolok untuk menyebrang ke Alor. siang itu menjadi perpisahan saya dengan Ken. Saya tidak membayangkan perjalan panjang yang akan saya tempuh hampir 18 jam untuk menuju Alor. Saat awal perjalan di ferry memang tak banyak yang bisa saya lakukan. Untungnya saya bertemu dengan Bapa (pemukau agama nasrani) yang berasal dari Alor tetapi lama tinggal di Jawa bersama orang tua angkat beliau sedang ada acara di Kupang dan ingin pulang ke kampung halaman, saya menceritakan tujuan saya ke Nusa Tenggara ini beliau sangan baik, dan akhirnya kita saling bercerita tentang Nusa Tenggara.

Sesekali saya saya sempat berjalan-jalan di atas kapal tapi tak banyak yang saya lihat hanya laut dan laut. Laut Sawu merupakan lau dengan palung terdalam di Indonesia jadi tak heran laut ini menjadi tempat yang paling penting dalam perkembang biakan paus.




Advertisement



Tot: 0.135s; Tpl: 0.025s; cc: 6; qc: 47; dbt: 0.0217s; 1; m:saturn w:www (104.131.125.221); sld: 1; ; mem: 1.4mb