Turkey bagian 2 (bahasa Indonesia)


Advertisement
Turkey's flag
Middle East » Turkey » Marmara » Istanbul » Sultanahmet
October 12th 2012
Saved: October 28th 2012EDIT THIS ENTRY

Hari ke-2, 2 April 2011, Sabtu

April seharusnya musim semi, dimana tulips dan bunga-bunga bermekaran, burung-burung berkicau, cuaca yang hangat. Tapi Istanbul memutuskan musim semi kali ini agak lambat, kami masih mengalami dingin dan hujan. Hari ke-2 disambut dengan guyuran hujan yang sangat dingin. Kami ke covered baazar, mahmut pasa dan masjid beyazit yang berada di depan Istanbul University. Covered bazar adalah tempat dijualnya semua sovenir Turki. Hampir seharian kami terjebak di Mesjid Beyazit karena hujan deras. Dan ketika pulang dari sana, suami kesulitan membeli token trem, karena mesinnya rusak. Kemudian kami makan malam di Tarihi Sultanahmet Koftecisi. Hari yang sangat melelahkan, sangat dingin dantak banyak tempat dikunjungi. Berharap besok lebih baik.

Hari ke-3, 3 April 2011, Minggu.

Hari ini tidak hujan. Kami berkeliling lagi Sultanahmet seperti tidak pernah puas, mengitari melalui jalan cold fountain, ini adalah dibelakang Hagia Sophia, dan jalan ini sungguh romatis, tulip disetiap sudut, di kiri jalan rumah tua berwarna-warni dan di sebelah kanan adalah Hagia Sophia, disini saya menemukan pohon yang katanya bunga sakura, tapi kurang yakin juga, boleh dicek difoto ini . . Kami memutuskan tidak mengunjungi istana bawah tanah Basilica.

Kembali ke kamar untuk check-out, pindah ke hotel kedua, hotel Hippodrome, kemudian bertemu dengan seorang WNI yang menikah dengan seorang Turkish, dan saya minta ditunjukkan tempat yang bagus untuk membeli baju coat khas Turki, namanya pardesu. Ternyata tempat yang bagus dan murah adalah di Mahmutpasa, kami pernah kesana, tapi hujan dan tidak bisa konsentrasi. Sebelum ke Mahmutpasa, kami solat Zuhur di Mesjid biru, didalamnya tidak terlalu biru, sama seperti mesjid lain di Turki, yang khas dengan grand chandeliernya, yang menggantung dari atas langit-langit. Setelah sampai di Mahmutpasa, ternyata hari ini semua toko tutup, karena hari Minggu. Kami harus berjalan lebih jauh lagi, dan ternyata banyak toko yang buka. Bingung memilih dari begitu banyaknya model coat Turki yang sangat cantik, akhirnya memilih satu dengan model panjang, berwarna hitam, supaya dapat dipakai di Saudi, dengan aksen 2 kantong dikiri kanan pinggul, kancing besar, kerah leher yang lebar dan berlipit, harganya adalah 150 Lira, ditawar menjadi 100 lira, yaitu sama dengan 200 riyal atau Rp. 500.000, yakinlah itu yang paling murah. Setelah itu kami jalan menelusuri jalan yang sempit dan dipenuhi toko-toko pakaian dan lainnya. Kemudian ke Egyptian spice bazaar, keluar dari sana, sholat di mesjid Yeni (Yeni Camii), ketika keluar dari mesjid, hawa yang sangat dingin menerpa, ternyata kami dekat sekali dengan laut (Bhosporus), cepat-cepat kami turun ke trem yang harus melalui terowongan bawah tanah, ternyata di sana juga banyak toko-toko, sepatu, baju, kerudung khas Turki yang licin dan halus. Kembali ke atas, langsung menemukan stasiun trem, kami berpisah dengan mereka dan melanjutkan ke hotel. Tapi ternyata kami terlewat stasiun di dekat daerah hotel kami, akhirnya kami berjalan-jalan sampai ujung Istanbul, yaitu Bagcilar, dan kemudian memutar kembali ke daerah Sultanahmet. Oh iya, bila berada di Turki, harus mencoba Ice creamnya (yang penjualnya atraksi dan bermain-main dengan pembelinya ketika memberikan ice cream-nya), kemudian cobalah Borek, enaaak banget, banyak banget jenis borek, cicipi saja semuanya, atau beli masing-masing sepotong, ketika menemukan rasa yang paling enak, baru beli agak banyak, rasanya hampir mirip dengan martabak atau roti cane.


Additional photos below
Photos: 10, Displayed: 10


Advertisement



Tot: 0.16s; Tpl: 0.01s; cc: 9; qc: 51; dbt: 0.0299s; 51; m:apollo w:www (50.28.60.10); sld: 2; ; mem: 6.5mb