ISTANBUL, TURKI (versi Indonesia)

Middle East » Turkey » Marmara » Istanbul » Sultanahmet
 
 

Advertisement
Turkeys flagSaved: October 28th 2012Middle East » Turkey » Marmara » Istanbul » Sultanahmet
October 11th 2012

Turki adalah negara impian saya yang berada di no. 1 dalam daftar “Negara yang harus dikunjungi” saya. Turki sangat kaya dengan budaya, sejarah, keindahan alam, dan keragaman makanan. Selain itu, Turki adalah negara yang unik, karena termasuk dalam 2 benua, yaitu Eropa dan Asia, Turki terletak di Timur Tengah. Begitu cantiknya Turki dengan kota tuanya, gunung-gunung tinggi, danau dan pantainya yang indah, telah memukau begitu banyak turis dari seluruh dunia. Dan yang lebih menarik bagi saya adalah, hampir 99% warga Turki adalah pemeluk Islam. Orang-orang Turki pun terkenal dengan kecantikan dan ketampanannya. Bagi saya, Turki itu romantis, entah mengapa, padahal saya belum pernah kesana, dan tidak terlalu sering melihat liputan atau mencari informasi tentang Turki, itulah yang membuat saya ingin memberikan hadiah ulang tahun pernikahan ketiga kepada suami tercinta.

Saya mencari tiket Jeddah-Istanbul yang murah, dan yang termurah adalah dari flynas, harga untuk 2 dewasa dan 1 bayi adalah sekitar Rp. 5.000.000. Kami seharusnya berangkat tanggal 21 Februari 2011, karena itu adalah hari anniversary kami, tapi dikarenakan baru mendapat libur musim semi tanggal 1-8 April 2011, maka keberangkatan ditunda sampai tanggal 1 April 2011. Karena saya tinggal di Saudi Arabia, penerbangan ke Turkey hanya memakan waktu 4jam. Sebelum berangkat kami mengajukan visa ke Turkey Embassy di Jeddah, biaya pembuatan visa Rp. 600.000/orang. Ditambah visa keluar masuk Saudi Arabia sebesar Rp. 500.000/orang. Tapi sekarang, untuk WNI, sudah ada VOA (Visa on Arrival) dan hanya membyar sebesar kurang lebih Rp. 250.000 di bandara.

Setelah tiket, visa Turki, dan visa Saudi telah ditangan, saya mulai mencari setiap detail tentang Istanbul. Mulai dari transport, cuaca, mata uang, hotel, dan tempat yang akan dikunjungi. Bahkan saya mempelajari sedikit kata-kata dan kalimat dalam bahasa Turki yang mungkin bisa digunakan disana, karena orang-orang Turki tidak begitu pandai berbahasa Inggris.

Itinerary:

Hari ke-1

Kami harus menempuh perjalanan selama 3 jam ke Jeddah airport. Pemandangan dari atas sebelum mendarat sungguh cantik. Sampai di Sabiha Gokgen Istanbul (bandara di bagian Asia) pukul 9.30 pagi. Kemudian menukarkan uang, hanya sedikit, untuk ongkos transport, lebih baik menukarkan uang di kota Istanbul, dengan rate yang lebih baik tentu saja, 1 Lira (TRY) baru adalah Rp.5.300, 2 saudi riyal, 0.4 Euro, dan $ 0.5. Cukup mahal disini. Uang lira baru adalah mata uang Turki yang telah dibuang 3 angka 000, sehingga lebih pendek dan mudah dihitung, mungkin Indonesia juga perlu melakukan seperti itu, sehingga uang seribu menjadi 1 rupiah.

Setelah selesai dengan urusan imigrasi, kami siap-siap keluar bandara dengan menggunakan pakaian yang lebih tebal. Benar saja, ketika pintu geser terbuka, hawa dingin langsung menusuk, tapi sejuk sekali saya sangat menyukainya. Tidak tau berapa derajat saat itu, yang saya tau kami segera mencari angkutan umum menuju Istanbul. Begitu banyak pilihan, muai dari taksi, mini bus, dan bus-bus besar, termasuk bus berbentuk trem juga ada. Sesuai dengan kertas yang saya print tentang perjalanan di Turki yang saya rancang sendiri dengan informasi dari website-webiste travel, kami harus naik bus E10 yang ongkosnya adalah 3.5 lira/orang. Bus ini menuju Kadikoy, yaitu ferry port. Sangat ramai sekali, berdesak-desakan, tapi tidak bau seperti bus-bus yang pernah saya naiki di Indonesia, bersih dan wangi. Sepanjang jalan saya mengagumi keindahan setiap sudutnya, rapi, bersih dan elegan, ini adalah bagian Asia, dan saya tidak sabar melihat bagian Eropa Turki. Setelah sekitar 45 menit, kami sampai di Kadikoy, turun dari bus perhentian terakhir dan melanjutkan dengan Ferry ke Eminonu, jaraknya cukup dekat dengan terminal bus, tidak susah menemukannya. Suami saya yang warga negara Mesir, bahagia sekali menemukan roti yang biasa dijual di Mesir, roti Simit (1 lira 2 roti). Cukup enak, walaupun dingin, saya tentu saja lebih suka kalau hangat. Faris, anak saya (2 tahun) ternyata menyukainya.

Ferry ke Eminonu adalah 1.5 lira/orang. Mencari tempat duduk yang kosong, ternyata juga susah, sudah mulai penuh. Banyak turis, tapi mayoritas lokal. Teh dan kopi Turki ditawarkan secara berkeliling oleh awak-awak kapal Ferry, dengan membawa nampan kayu besar, beberapa gelas kecil khas Turki di dalamnya, mereka berteriak “shai, shai, shai...” yang artinya adalah teh. Ferry mulai berjalan, saya memesan 1 the hangat, rasanya hampir sama dengan the sosro, agak lebih kental saja. Melihat laut dan pemandangan indah di luar, membuatku ingin membidik beberapa foto di dek, saya minta ijin suami untuk keluar, dan bersama para turis lainnya, berlomba-lomba mengabadikan kecantikan Istanbul dari Ferry, Mesjid Biru telah terlihat, begitu juga dengan Hagia Sophia, dihiasi langit mendung, dan burung-burung camar, Subhanallah.

Hari pertama dan kedua, kami tinggal di sebuah hotel yang berada tepat di jantung kota tua Istanbul, dari hotel resto kami dapat langsung melihat Blue Mosque, begitu juga dari dalam kamar. Nama hotel itu adalah Star holiday Hotel, permalam sekitar Rp. 800.000, ini termasuk hotel bintang 3. Kami menyesal tidak tinggal disana sampai hari terakhir atau setidaknya 5 malam, karena benar-benar lokasinya strategis, bahkan station strem berada dekat hotel.

Ini adalah pemandangan dari jendela restaurant hotel. Kamar di lantai 3, tanpa lift. Lumayan membuat badan hangat. Setelah meletakkan tas troli, kami , suami turun untuk solat jumat. Saya dan Faris istirahat. Setelah solat, kami semua berjalan keliling daerah sultanahmet, makan di sebuah kedai kebab, memesan spring roll, kopi Turki yang sangat pahit dan kental (¾ cangkir adalah serbuk kopi), dan sandwich kofta. Kemudian ke Hagia Sophia, Mesjid biru (blue mosque) dan hippodrome. Gedung-gedung tua sepanjang jalan ciri khas Eropa, trem yang lalu lalang di sebelah kiri jalan, wajah-wajah asing, pakaian dingin tebal, bunga tulip berwarna warni penghias tengah jalan dan taman, air mancur yang berada di antara blue mosque, dan hagia sophia, penjual roti simit, kacang bakar, jagung bakar, toko-toko souvenir, restaurant kofte, dan hawa dingin yang menyelimuti, YUP SAYA SEKARANG DI TURKI!! Alhamdulillah.

Hari ke-2 ----------> bersambung.............

There are more photos below
Photos: 10
Displayed: 10


Advertisement

Dianita Asni
love travelling and photography.. ... full info
JoinedSeptember 12th 2012 Trips0
Last LoginDecember 26th 2012 Followers0
StatusBLOGGER Follows0
Blogs0 Guestbook1
Photos20 Forum Posts0
Blog Options
Turkey
Turkey mapTurkey flag
Modern Turkey was founded in 1923 from the Anatolian remnants of the defeated Ottoman Empire by national hero Mustafa KEMAL, who was later honored with the title Ataturk, or "Father of the Turks." Under his authoritarian leadership, the country adopt...more info
Advertisement

Blogged From
Visited Countries
TravelBlog Awards











Tot: 0.109s; Tpl: 0.007s; cc: 6; qc: 44; dbt: 0.0294s; 1; s:apollo w:www (50.28.60.10); sld: 2; ; mem: 6.3mb